Sabtu, 28 April 2018

STEROCHEMICAL CONSIDERING IN PLANNING SYNTHESIS


STEREOCHEMICAL  CONSIDERING  IN  PLANNING  SYNTHESIS
Dalam sintesis senyawa organikharus melibatkan rencana dan strategi yaitu desai metode dengan cara analisis retrosintesis.
Analisis retrosintetis adalah teknik pemecahan masalah dalam merencanakan sintesis organik. Ini dilakukan dengan melakukan transformasi molekul target menjadi struktur-struktur prekursornya yang lebih sederhana tanpa berasumsi tentang bahan awalnya. Masing-masing bahan prekursor diuji menggunakan metode yang sama. Prosedur ini diulang-ulang hingga diperoleh struktur paling sederhana atau yang tersedia di pasaran.
Kekuatan analisis retrosintesis menjadi bukti dalam rancangan sintesis. Sasaran analisis retrosintesis adalah penyederhanaan struktur kimia. Seringkali, suatu sintesis akan memiliki lebih dari satu jalur sintesis yang mungkin. Retrosintesis cocok untuk mengungkap berbagai kemungkinan jalur sintesis yang berbeda dan membandingkannya berdasarkan logika dan panjang jalur. Perlu suatu basis data untuk setiap tahapan analisis, untuk menentukan komponen mana yang telah tersedia dalam literatur. Jika hal ini terjadi, tidak perlu eksplorasi lanjutan terhadap senyawa tersebut.
Contoh berikut akan memudahkan pemahaman konsep analisis retrosintesis.
Dalam merencanakan sintesis asam fenilasetat, diidentifikasi dua sinton. Sebuah gugus nukleofil "COOH", dan gugus elektrofil "PhCH+2". Tentu saja, kedua sinton tersebut tidak tersedia begitu saja; ekivalen sintesisnya yang sesuai dengan sinton-sinton direaksikan untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Dalam kasus ini, anion sianida adalah ekivalen sintesis untuk sinton COOH; sementara benzil bromida adalah ekivalen sintesis untuk sinton benzil.
Maka, sintesis asam fenilasetat yang ditentukan berdasarkan analisis retrosintesis menjadi sebagai berikut:
Kenyataannya, asam fenilasetat telah disintesis dari benzil sianida, yang disintesis berdasarkan reaksi antara benzil klorida dengan natrium sianida.
Strategi gugus fungsi
Manipulasi gugus fungsi dapat mengurangi kompleksitas molekul secara signifikan.
Strategi stereokimia
Sejumlah pereaksi kimia memiliki kebutuhan stereokimia yang berbeda. Transformasi stereokimia (seperti penataan ulang Claisen dan reaksi Misunobu) dapat menghilangkan atau memindahkan kekhiralan yang diinginkan sehingga menyederhanakan target.
Strategi struktur tujuan
Mengarahkan sintesis ke intermediat yang diinginkan dapat mempersempit fokus analisis secara signifikan. Hal ini memungkinkan teknik pencarian dua arah.
Strategi berbasis transformasi
Aplikasi transformasi untuk analisis retrosintesis dapat menyederhanakan kompleksitas molekul. Sayangnya, retron berbasis transformasi jarang ada dalam molekul kompleks, dan tahapan sintesis tambahan seringkali diperlukan agar retron tersebut ada.
Strategi topologis
Identifikasi satu atau lebih pemutusan ikatan kunci dapat menyebabkan identifikasi substruktur kunci atau sulit untuk mengidentifikasi transformasi penataan ulang
  • Sangat disarankan pemutusan tetap mempertahankan struktur cincin
  • Tidak dianjurkan pemutusan yang menghasilkan cincin yang lebih besar dari 7 anggota

Sumber : wikipedia


Pertanyaan :
1.    Manakah metode retrosintesis untuk diskoneksi yang disukai pada contoh dibawah ini ??
                     
 2.    Pada rekasi hidrogenasi eugenol dengan bantuan katalis Ni/γAl2O3 akan dihasilkan senyawa 2-metoksi-4-propilfenol. Bagaimana pengaruh jenis Eugonol yang digunakan seperti penggunaan cis-isoeugenol dan trans-isoeugenol ?
Diberdayakan oleh Blogger.

STEROCHEMICAL CONSIDERING IN PLANNING SYNTHESIS

STEREOCHEMICAL   CONSIDERING   IN   PLANNING   SYNTHESIS Dalam sintesis senyawa organikharus melibatkan rencana dan strategi yaitu des...

Followers

Followers

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Pages

Popular Posts

Blogroll

Blogger templates

About

Popular Posts