STEREOCHEMICAL CONSIDERING IN PLANNING
SYNTHESIS
Dalam sintesis
senyawa organikharus melibatkan rencana dan strategi yaitu desai metode dengan
cara analisis retrosintesis.
Analisis
retrosintetis adalah teknik pemecahan masalah dalam
merencanakan sintesis organik. Ini dilakukan dengan melakukan transformasi
molekul target menjadi struktur-struktur prekursornya yang lebih sederhana
tanpa berasumsi tentang bahan awalnya. Masing-masing bahan prekursor diuji
menggunakan metode yang sama. Prosedur ini diulang-ulang hingga diperoleh
struktur paling sederhana atau yang tersedia di pasaran.
Kekuatan
analisis retrosintesis menjadi bukti dalam rancangan sintesis. Sasaran analisis
retrosintesis adalah penyederhanaan struktur kimia. Seringkali, suatu sintesis
akan memiliki lebih dari satu jalur sintesis yang mungkin. Retrosintesis cocok
untuk mengungkap berbagai kemungkinan jalur sintesis yang berbeda dan
membandingkannya berdasarkan logika dan panjang jalur. Perlu suatu basis data
untuk setiap tahapan analisis, untuk menentukan komponen mana yang telah
tersedia dalam literatur. Jika hal ini terjadi, tidak perlu eksplorasi lanjutan
terhadap senyawa tersebut.
Contoh
berikut akan memudahkan pemahaman konsep analisis retrosintesis.
Dalam
merencanakan sintesis asam fenilasetat, diidentifikasi dua sinton. Sebuah gugus
nukleofil "–COOH", dan gugus elektrofil "PhCH+2".
Tentu saja, kedua sinton tersebut tidak tersedia begitu saja; ekivalen
sintesisnya yang sesuai dengan sinton-sinton direaksikan untuk menghasilkan
produk yang diinginkan. Dalam kasus ini, anion sianida adalah ekivalen sintesis
untuk sinton –COOH; sementara benzil bromida adalah ekivalen
sintesis untuk sinton benzil.
Maka, sintesis
asam fenilasetat yang ditentukan berdasarkan analisis retrosintesis menjadi
sebagai berikut:
Kenyataannya, asam fenilasetat telah disintesis dari benzil
sianida, yang disintesis berdasarkan reaksi antara benzil klorida dengan natrium
sianida.
Strategi
gugus fungsi
Manipulasi gugus fungsi dapat mengurangi kompleksitas
molekul secara signifikan.
Strategi stereokimia
Sejumlah pereaksi kimia memiliki kebutuhan stereokimia
yang berbeda. Transformasi stereokimia (seperti penataan ulang Claisen dan reaksi
Misunobu) dapat menghilangkan atau
memindahkan kekhiralan yang diinginkan sehingga menyederhanakan target.
Strategi struktur tujuan
Mengarahkan sintesis ke intermediat yang diinginkan
dapat mempersempit fokus analisis secara signifikan. Hal ini memungkinkan
teknik pencarian dua arah.
Strategi berbasis transformasi
Aplikasi transformasi untuk analisis retrosintesis
dapat menyederhanakan kompleksitas molekul. Sayangnya, retron berbasis
transformasi jarang ada dalam molekul kompleks, dan tahapan sintesis tambahan
seringkali diperlukan agar retron tersebut ada.
Strategi topologis
Identifikasi satu atau lebih pemutusan ikatan kunci
dapat menyebabkan identifikasi substruktur kunci atau sulit untuk
mengidentifikasi transformasi penataan ulang
- Sangat disarankan pemutusan tetap mempertahankan struktur cincin
- Tidak dianjurkan pemutusan yang menghasilkan cincin yang lebih besar dari 7 anggota
Sumber : wikipedia
Pertanyaan :
1. Manakah metode retrosintesis untuk diskoneksi yang disukai pada contoh
dibawah ini ??
2. Pada
rekasi hidrogenasi eugenol dengan bantuan katalis Ni/γAl2O3 akan dihasilkan
senyawa 2-metoksi-4-propilfenol. Bagaimana pengaruh jenis Eugonol yang
digunakan seperti penggunaan cis-isoeugenol
dan trans-isoeugenol ?
