Sabtu, 28 April 2018

STEROCHEMICAL CONSIDERING IN PLANNING SYNTHESIS


STEREOCHEMICAL  CONSIDERING  IN  PLANNING  SYNTHESIS
Dalam sintesis senyawa organikharus melibatkan rencana dan strategi yaitu desai metode dengan cara analisis retrosintesis.
Analisis retrosintetis adalah teknik pemecahan masalah dalam merencanakan sintesis organik. Ini dilakukan dengan melakukan transformasi molekul target menjadi struktur-struktur prekursornya yang lebih sederhana tanpa berasumsi tentang bahan awalnya. Masing-masing bahan prekursor diuji menggunakan metode yang sama. Prosedur ini diulang-ulang hingga diperoleh struktur paling sederhana atau yang tersedia di pasaran.
Kekuatan analisis retrosintesis menjadi bukti dalam rancangan sintesis. Sasaran analisis retrosintesis adalah penyederhanaan struktur kimia. Seringkali, suatu sintesis akan memiliki lebih dari satu jalur sintesis yang mungkin. Retrosintesis cocok untuk mengungkap berbagai kemungkinan jalur sintesis yang berbeda dan membandingkannya berdasarkan logika dan panjang jalur. Perlu suatu basis data untuk setiap tahapan analisis, untuk menentukan komponen mana yang telah tersedia dalam literatur. Jika hal ini terjadi, tidak perlu eksplorasi lanjutan terhadap senyawa tersebut.
Contoh berikut akan memudahkan pemahaman konsep analisis retrosintesis.
Dalam merencanakan sintesis asam fenilasetat, diidentifikasi dua sinton. Sebuah gugus nukleofil "COOH", dan gugus elektrofil "PhCH+2". Tentu saja, kedua sinton tersebut tidak tersedia begitu saja; ekivalen sintesisnya yang sesuai dengan sinton-sinton direaksikan untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Dalam kasus ini, anion sianida adalah ekivalen sintesis untuk sinton COOH; sementara benzil bromida adalah ekivalen sintesis untuk sinton benzil.
Maka, sintesis asam fenilasetat yang ditentukan berdasarkan analisis retrosintesis menjadi sebagai berikut:
Kenyataannya, asam fenilasetat telah disintesis dari benzil sianida, yang disintesis berdasarkan reaksi antara benzil klorida dengan natrium sianida.
Strategi gugus fungsi
Manipulasi gugus fungsi dapat mengurangi kompleksitas molekul secara signifikan.
Strategi stereokimia
Sejumlah pereaksi kimia memiliki kebutuhan stereokimia yang berbeda. Transformasi stereokimia (seperti penataan ulang Claisen dan reaksi Misunobu) dapat menghilangkan atau memindahkan kekhiralan yang diinginkan sehingga menyederhanakan target.
Strategi struktur tujuan
Mengarahkan sintesis ke intermediat yang diinginkan dapat mempersempit fokus analisis secara signifikan. Hal ini memungkinkan teknik pencarian dua arah.
Strategi berbasis transformasi
Aplikasi transformasi untuk analisis retrosintesis dapat menyederhanakan kompleksitas molekul. Sayangnya, retron berbasis transformasi jarang ada dalam molekul kompleks, dan tahapan sintesis tambahan seringkali diperlukan agar retron tersebut ada.
Strategi topologis
Identifikasi satu atau lebih pemutusan ikatan kunci dapat menyebabkan identifikasi substruktur kunci atau sulit untuk mengidentifikasi transformasi penataan ulang
  • Sangat disarankan pemutusan tetap mempertahankan struktur cincin
  • Tidak dianjurkan pemutusan yang menghasilkan cincin yang lebih besar dari 7 anggota

Sumber : wikipedia


Pertanyaan :
1.    Manakah metode retrosintesis untuk diskoneksi yang disukai pada contoh dibawah ini ??
                     
 2.    Pada rekasi hidrogenasi eugenol dengan bantuan katalis Ni/γAl2O3 akan dihasilkan senyawa 2-metoksi-4-propilfenol. Bagaimana pengaruh jenis Eugonol yang digunakan seperti penggunaan cis-isoeugenol dan trans-isoeugenol ?

62 komentar:

  1. Hayyy sisil...
    Yeyyeyeyeyye kasian yg malmingan tapi LDr wkwkwkwkw ehh aku jawab dlu yaaa....

    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  2. 1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  3. Jawaban saya:
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  4. Hai sisil
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  5. Jawaban saya:
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  6. Hai resiil , menurut saya :
    2. Pada rekasi hidrogenasi eugenol dengan bantuan katalis Ni/γAl2O3 akan dihasilkan senyawa 2-metoksi-4-propilfenol. Bagaimana pengaruh jenis Eugonol yang digunakan seperti penggunaan cis-isoeugenol dan trans-isoeugenol ?
    jawab : Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  7. Terimakasihh atas materinya kak, menurut saya :
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  8. Terimakasihh atas materinya kak, menurut saya :
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  9. Terimakasihh atas materinya.
    menurut saya :
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  10. terimakasih pemaparannya
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.

    BalasHapus
  11. Menurut saya setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  12. 1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.

    BalasHapus
  13. 1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.

    BalasHapus
  14. 1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  15. 1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.

    BalasHapus
  16. 2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol

    BalasHapus
  17. 2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol

    BalasHapus
  18. Terima kasih Kak sisil atas materi yg disampaikan.
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  19. Terimakasih kak atas materinya
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  20. hai sila, menurut saya
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.

    BalasHapus
  21. Jawaban saya:
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  22. 1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  23. terima kasih atas materinya, menurut saya jawabannya yaitu:
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol

    BalasHapus
  24. Terima kasih kk atas informasinya.
    Saya akan menjawab sepengetahuan saya
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  25. Makasih kak khairunnnisah atas penjelasannya, saya coba jawab:
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  26. terima kasih atas materinya, menurut saya jawabannya yaitu:
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol

    BalasHapus
  27. terimakasih materinyaa...
    untuk pertanyaan pertama, menurut saya Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.

    BalasHapus
  28. 1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  29. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.

    Salam

    BalasHapus
  30. Menurut saya untuk jawaban no. 2 Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  31. Msnurut yonanda jawabannya:
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  32. Terimakasihh atas materinya kak, menurut saya :
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  33. assalamualaikum, menurut saya jawabanya:
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.
    terimakasih

    BalasHapus
  34. Terima kasih Kak sisil atas materi yg disampaikan.
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  35. 1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol

    BalasHapus
  36. haiiiii
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol

    BalasHapus
  37. Materi yang menarik Resil,
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol

    BalasHapus

  38. 1.Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2.Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  39. Terimakasih materinya kak
    jawabannya
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  40. Hai sisilll
    Nih aku bantu jawab ya :

    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai.

    2. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  41. untuk reaksinya saya memilih jalur ke 4 karena terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.

    BalasHapus
  42. Bermanfaat. 😃
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai.

    2. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  43. Hai silaaa
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  44. Hai sisil
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  45. Hai sisil
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  46. 2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  47. terima kasih atas materinya, menurut saya jawabannya yaitu:
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol

    BalasHapus
  48. Hai sisil
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  49. Pada rekasi hidrogenasi eugenol dengan bantuan katalis Ni/γAl2O3 akan dihasilkan senyawa 2-metoksi-4-propilfenol. Bagaimana pengaruh jenis Eugonol yang digunakan seperti penggunaan cis-isoeugenol dan trans-isoeugenol ?
    jawab : Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  50. Jawaban saya:
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  51. Hy kak sisil, makasih materinya kak. Jawabannya,
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  52. halo fans...
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  53. menurut saya
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  54. terimakasih untuk penjelasan materinya resilta
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  55. 1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus
  56. 1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol

    BalasHapus
  57. 1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol

    BalasHapus
  58. 1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.

    BalasHapus
  59. 1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.

    BalasHapus
  60. 2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol

    BalasHapus
  61. terimakasih pemaparannya
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tingg

    BalasHapus
  62. Hai sil
    1. Diskoneksi yang lebih dekat dengan pusat molekul biasanya menghasilkan penyederhanaan terbaik, karena itu metode 1, 2 dan 4 lebih disukai. Jumlah tahap sintesis harus dibuat sesedikit mungkin kecuali terdapat keuntungan bila digunakan IGF, yakni dapat membantu pembentukan ikatan karbon-karbon dengan rendemen yang tinggi.
    2. Setiap konformasi dari molekul akan memberikan hasil yang berbeda. Perbedaan ini akan menghasilkan rendemen produk yang berbeda pula. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh tata runag struktur molekul, pengaruh struktur geometri senyawa, pengaruh struktur terhadap proses adsoprsi rekatan ke permukaan, pengaruh kuat interaksi nikel dengan ikatan phi alkena dan pengaruh polaritas reaktan. Penggunaan eugenol memberikan konversi yang paling tinggi, diikuti oleh cis-isoeugenol, dan trans-isoeugenol.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Followers

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Pages

Popular Posts

Blogroll

Blogger templates

About

Popular Posts