SINTESIS
ALKYNE (ALKUNA)
1.
Dengan reaksi Alkilasi
Ketika diperlakukan atau direaksikan
dengan basa kuat seperti NaNH2, vicinal dihalide akan akan mengalami reaksi
Elektrofilik 2 (E2) dehydrohalogenation (hilangnya HX x2) untuk membentuk
produk alkyne (alkuna). Dihalide ini dapat disiapkan dengan penambahan bromin maupun
klorin pada suatu alkena, jadi strategi
dua langkah ini dapat digunakan untuk mengkonversi alkena menjadi alkyne.
Sintesis
alkyne dari alkyne lain (RC≡CH → RC≡CR′)
Dalam sintesis propargylic
alkohol, terlihat terjadi reaksi alkynyl nucleophile (anion RC≡CNa atau
Grignard menghasilkan magnesium RC≡CMgBr, keduanya dibuat dari alkyne RC≡CH)
dengan electrophile karbonil untuk menghasilkan produk alkohol. Reaksi-jenis nucleophiles
tersebut akan mengalami reaksi SN2 dengan alkil halides untuk memberikan lebih banyak
produk subtitusi alkyne. Dengan dua langkah ini urutan (diikuti oleh alkilasi
deprotonation), asetilena dapat dikonversi untuk terminal alkyne, dan terminal
alkyne dapat dikonversi ke internal alkyne. Karena reaksi anion basa kuat,
Halida alkil yang digunakan harus metil atau 1°; Jika tidak, eliminasi E2
disukai atas mekanisme substitusi SN2.
Retrosynthesis
Alkynes (alkilasi)
Retrosynthesis alkyne melibatkan
pemutusan di kedua sisi C−C triple bond, dengan electrophile kurang terhalang
(alkil Halida) sedang disukai sebagai SN2 lebih cepat.
2. Dengan reaksi katalis Pd (Palladium)
3. Dengan reaksi metatesis
Metatesis
alkyne adalah reaksi organik yang melibatkan redistribusi ikatan kimia alkyne. Reaksi
ini terkait erat dengan metatesis olefin. Metatesis dikatalisasi logam alkyne
pertama disebutkan pada tahun 1968 oleh Bailey, et al. Sistem Bailey digunakan
campuran oksida tungsten dan silikon pada suhu setinggi 450°C. Pada tahun 1974
Mortreux melaporkan penggunaan katalis homogen molibdenum hexacarbonyl di 160°C
untuk mengamati alkyne.
Sistem Mortreux
terdiri dari molibdenum yaitu katalis molibdenum hexacarbonyl Mo(CO)6
dan Resorsinol cocatalyst. Pada tahun 1975 T.J. Katz mengusulkan logam carbyne dan
metallacyclobutadiene sebagai perantara dan pada tahun 1981 R.R. Schrock
ditandai beberapa komplek metallacyclobutadiene sebagai catalytically aktif.
Sistem katalis
Schrock yaitu tris(t-butoxy)(2,2 dimethylpropylidyne)tungsten(VI) tidak reaktif
terhadap alkena. Di sisi lain, Fischer carbenes tidak memiliki nilai di alkyne
atau alkena metatesis.
Alkyne
metatesis dalam sintesis organik
Katalis untuk
metatesis alkyne yang masih di bawah pengembangan aktif. Kertas baru oleh Karol
Grela Polandia Academy of Sciences di Warsawa memberikan gambaran pilihan rinci.
Pilihannya adalah antara sensitif preformed katalis yang menyediakan omset
tinggi tetapi memerlukan teknik organologam, atau, di situ katalis yang
membutuhkan suhu yang lebih tinggi dan lebih lama waktu reaksi, tetapi lebih
murah dan kurang menantang secara teknis untuk mempersiapkan. Untuk yang kedua,
murah yaitu Mo(CO)6 dengan ligan ditambahkan fenol. Dalam tulisan
ini, Profesor Grela dan rekan kerja mengoptimalkan fenol sebgai pendukung,
menemukan bahwa 2-fluorophenol adalah yang paling efektif. Dimerizations dengan
sistem katalis ini tidak memerlukan ada tindakan khusus, mereka dapat menjalankan
terbuka ke udara. Cyclodimerization (1-> 2) dan salib metatesis (3-> 4)
melanjutkan efisien.
Metatesis
alkyne ditawarkan apa yang dijanjikan untuk menjadi solusi umum untuk masalah
ini. Hidrogenasi produk alkyne untuk Z-alkena ini sederhana. Pengurangan alkyne
terisolasi untuk E-alkena itu tidak begitu jelas. Alois Fürstner di
Max-Planck-Institut, Mülheim, telah disurvei (Tetrahedron 2004) dengan beberapa
pendekatan, kemudian dioptimalkan yang paling menjanjikan, Ru-dimediasi
hydrosilylation diikuti oleh protodesilylation. Prosedur bekerja sama baik
untuk membangun E, E-dienes.
Dalam setiap
metatheses alkyne yang diuraikan di sini, hasil sampingan adalah 2-butyne volatile.
Metatesis alkyne hanya akan dilakukan pada internal alkynes, sejak metatesis
katalis cyclotrimerize terminal alkynes seperti 11 untuk benzena derivatif.
Dalam konteks ini, mungkin terbukti berguna yang tersedia terminal alkynes
seperti 14 dengan mudah isomerized khusus untuk metil alkynes seperti 15.
sumber : Introduction to strategies for organic synthesis / Laurie S. Starkey.
Organic compounds–Synthesis. I. Starkey, Laurie Shaffer, 1969–QD262.I58 2012547'.2–dc23
http://www.organic-chemistry.org/synthesis/C1C/chains/alkynes.shtm
Pertanyaan :
1. mengapa pada reaksi metatesis di gunakan2-fluorophenol sebagai pendukung katalis ?
2. mengapa pada katalis Pd(dba)2 keberadaan CO diperlukan ?

Pertanyaan yg sangat menarik, baiklah resilta saya akan mencoba menjawab yaaahhh..
BalasHapus1.karena dg penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dg sistem katalis tsb tidak memerlukan perlakuan khusus
2.dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan selektivitasnya
TERIMA KASIH Resilta..menurut saya jawabannya adalah
BalasHapus1.karena dg penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dg sistem katalis tsb tidak memerlukan perlakuan khusus
2.dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan selektivitasnya
menurut saya pada pertanyaan pertama karena dengan penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dengan sistem katalis dan tidak memerlukan perlakuan khusus. sedangkan pertanyaan yang kedua dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan selektivitas
BalasHapusTerimakasih atas materi yang disampaikan Resil, baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaannya
BalasHapus1.Karena dengan penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dengan sistem katalis tersebut tidak memerlukan perlakuan khusus
2.Dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan selektivitasnya
terima kasih atas info aterinya, untuk pertanyaan no 2 menurut saya dengan adanya CO akan meningkatkan jumlah yield produk yang dhasilkan dan meningkatkan selektivitas sehingga mengoptmalkan reaksi yang terjadi.
BalasHapusHai sisil materi yg sangat bermanfaat
BalasHapusBerdasarkan penjelasan diatas penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dengan sistem katalis tsb tidak memerlukan perlakuan khusus sehingga lebih efisien
Untuk soal nmr 2
dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan selektivitasnya pun tinggi.
terimakasih untuk materinya :)
BalasHapussaya akan mencoba menjawab pertanyaan anda..
untuj soal pertama karena dg adanya penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dg sistem katalis tsb tidak memerlukan perlakuan khusus
dan pertanyaan selanjutnya denvan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan juga selektivitas sehingga reaksi dapat optimal..
terimakasih
Terimakasih resilta,
BalasHapusMenurut saya untuk jawabannya
1.karena dg penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dg sistem katalis tsb tidak memerlukan perlakuan khusus
2.dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan selektivitasnya
hai Resiilta, menurut saya :
BalasHapus1. penggunaan 2-fluorofenol dapat meningkatkan reaktivitas, sehingga juga dalam proses sintesisnya tidak memerlukan perlakuan khusus
2. Dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield begitupun selektivitasnya
terimakasih :)
Hai resil
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab :
1.Penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas reaksi katalisis tersebut. Maka ditambahkan dalam reaksi.
2. Karena CO dapat meningkatkan yield produk dan selektivitas.
Sekian :)
Menurut saya untuk jawaban no. 1 pada reaksi metatesis digunakan 2-fluorophenol sebagai pendukung katalis dikarenakan penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dengan sistem katalis tersebut tidak memerlukan perlakuan khusus
BalasHapussaya akan mencoba menjawab pertanyaan kedua, dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan selektivitasnya
BalasHapuspertanyaan pertama Penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas reaksi katalisis tersebut. Maka ditambahkan dalam reaksi.
BalasHapusMateri yang menarik Resilta, untuk pertanyaan pertama Penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas reaksi katalisis tersebut. Maka ditambahkan dalam reaksi.
BalasHapusUntuk pertanyaan kedua karena CO dapat meningkatkan yield produk dan selektivitas.
Gaes ini jawaban akuh
BalasHapus1.karena dg penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dg sistem katalis tsb tidak memerlukan perlakuan khusus
2.dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan selektivitasnya
terimakasih penjelasannya, menurut saya
BalasHapus1.karena dg penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dg sistem katalis tsb tidak memerlukan perlakuan khusus
2.dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan selektivitasny
Terimakasih untuk pnjelsanny
BalasHapusSya ingin mencoba menjawab pertanyaan no
2.dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan selektivitasnya
BalasHapus1.karena dg penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dg sistem katalis tsb tidak memerlukan perlakuan khusus
2.dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan selektivitasnya
Hai resilta
BalasHapus1.karena dg penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dg sistem katalis tsb tidak memerlukan perlakuan khusus
2.dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan selektivitasnya
1.karena dg penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dg sistem katalis tsb tidak memerlukan perlakuan khusus
BalasHapus2.dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan selektivitasnya
Menurut saya karena dengan penambahan 2-fluorophenol akan meningkatkan reaktifitas dan proses sintesis dengan sistem katalis tidak memerlukan perlakuan khusus. Sedangkan pertanyaan kedua dengan adanya CO aka meningkatkan hasil yield produk dan selektivitasnya
BalasHapusMenurut saya untuk pertanyaan yang pertama : karena dg penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dg sistem katalis tsb tidak memerlukan perlakuan khusus
BalasHapusterimakasih untuk materinya sisili.
BalasHapusmenurut saya
1.karena dengan penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dg sistem katalis tsb tidak memerlukan perlakuan khusus
terimakasih atas pemaparan materinya
BalasHapus1.karena dg penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dg sistem katalis tsb tidak memerlukan perlakuan khusus
2.dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan selektivitasnya
terimakasih buat materinya
BalasHapusmenurut saya jawabannya adalah;
1.karena dg penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dg sistem katalis tsb tidak memerlukan perlakuan khusus
2.dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan selektivitasnya
semoga bermanfaat
Terimakasih atas materinya.
BalasHapus1. mengapa pada reaksi metatesis di gunakan2-fluorophenol sebagai pendukung katalis ?
2. mengapa pada katalis Pd(dba)2 keberadaan CO diperlukan ?
Menurut saya :
1.karena dg penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dg sistem katalis tsb tidak memerlukan perlakuan khusus
2.dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan selektivitasnya
Terimakasih kak atas materinya.
BalasHapus1.karena dg penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dg sistem katalis tsb tidak memerlukan perlakuan khusus
2.dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan selektivitasnya
1.karena dg penambahan 2-fluorophenol dapat meningkatkan reaktifitas dan juga proses sintesis dg sistem katalis tsb tidak memerlukan perlakuan khusus
BalasHapus2.dengan adanya CO dapat meningkatkan hasil yield produk dan selektivitasnya